PURWOREJO, DiengPost.com – Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi tekankan peran aktif seluruh pihak sukseskan Sensus Ekonomi 2026. Ia menyampaikan hal ini pada acara Pencanangan Sensus Ekonomi dan Desa Cinta Statistik (Cantik) 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purworejo menggelar acara tersebut di Ruang Arahiwang Setda Kabupaten Purworejo. Kegiatan berlangsung pada Senin (29/06/2026).
Wabup Dion menyampaikan, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya tanggung jawab BPS semata. Seluruh perangkat daerah, instansi, hingga unsur pemerintahan desa perlu memberi dukungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Harus ada keterlibatan aktif dari perangkat daerah yang ada Kabupaten Purworejo. Baik dari Dinas KUKMP, DPMPTSP, dan sampai DINKESDA, kecamatan dan sampai pemerintah desa, yang tentunya akan mempengaruhi keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 ini,” ujarnya.
Wabup Dorong Sosialisasi Masif
Menurut Dion, sensus ini diharapkan mampu memotret kondisi sosial ekonomi masyarakat Purworejo secara nyata. Hasil sensus nantinya menjadi dasar pengambilan kebijakan pembangunan daerah.
“Saya berpesan jangan sampai ada blank spot, baik itu di pasar tradisional, di sentra UMKM, Desa Wisata atau pelaku ekonomi kreatif. Agar hasil datanya valid untuk penentuan arah kebijakan yang lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Selain itu, Dion juga berharap sensus ini menjangkau sektor-sektor informal. Sektor tersebut turut menunjukkan potret ekonomi Purworejo yang sesungguhnya.
Oleh karena itu, Dion mendorong sosialisasi masif terkait pelaksanaan dan pentingnya Sensus Ekonomi 2026. Sosialisasi ini bertujuan meluruskan pemahaman keliru di masyarakat.
“Karena masih banyak masyarakat yang memiliki ketakutan dengan pemahaman bahwa sensus ini bisa menjadi pedoman petugas pajak untuk melakukan validasi data, padahal sensus ini bukan untuk pendataan tarif pajak tentunya,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt Kepala BPS Kabupaten Purworejo Budi Prawoto menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus kelima dari rangkaian BPS selama ini. Sensus ini bertujuan menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi.
Data tersebut menjadi landasan penyusunan kebijakan perencanaan dan pembangunan nasional. BPS berharap data ini mendukung perencanaan pembangunan yang lebih akurat.
“Secara khusus, Sensus Ekonomi akan menyediakan informasi struktur ekonomi, karakteristik usaha, dan memotret ekonomi digital, ekonomi lingkungan dan ekonomi kreatif untuk menjawab transformasi ekonomi modern,” jelasnya.
BPS Kabupaten Purworejo menurunkan 1.132 petugas pada program ini. Petugas tersebut terdiri dari 1.000 Petugas Pendata Lapangan (PPL) dan 132 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML).
Seluruh petugas tersebar di 16 Kecamatan Kabupaten Purworejo. Mereka akan bekerja secara serentak mengumpulkan data ekonomi daerah.
“Tentu pekerjaan ini harus adanya sinergitas dengan pemerintah daerah, yang dimana hasil sensus ekonomi nantinya akan memberikan manfaat nyata bagi pemerintah daerah berupa gambaran riil potret ekonomi daerah, penguatan penyusunan perencanaan pembangunan, penyusunan kebijakan dan berbasis data, dan identifikasi potensi ekonomi daerah serta dukungan pengambilan keputusan yang lebih akurat,” terangnya.
Dalam pencanangan tersebut, panitia turut menyerahkan penghargaan kepada perwakilan empat Desa Cantik 2026. Keempat desa tersebut yaitu Desa Sidorejo Kecamatan Purworejo, Desa Kemanukan Kecamatan Bagelen, Desa Bulus Kecamatan Gebang, dan Desa Kebonsari Kecamatan Purwodadi.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar











