Ia menyebutkan bahwa meskipun pembaruan data telah dilakukan melalui SISTER, SINTA, dan Google Scholar, pemahaman teknis tetap diperlukan agar keterbacaan data optimal.
“Workshop ini menjadi momentum penting untuk membedah persoalan tersebut secara komprehensif dan mencerahkan seluruh tim,” ujar Dhiya.
Dalam sesi utama, Prof. Eva Latipah menekankan bahwa paradigma akreditasi telah bergeser secara fundamental. APT 4.0 kini menempatkan outcome dan impact-based accreditation sebagai inti penilaian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kampus harus bertumbuh secara sistemik. Akreditasi hari ini berbicara tentang dampak nyata. SPMI harus hidup dan menjadi instrumen kepemimpinan mutu, bukan sekadar tumpukan dokumen,” tegasnya.
Workshop ini juga menjadi forum pendalaman terhadap Permenristekdikti Nomor 39 Tahun 2025 dan PerBAN-PT Nomor 35 Tahun 2025 yang mengatur transisi menuju APT 4.1. Ke depan, LPM STAINU berkomitmen mendalami instrumen terbaru sebagai bagian dari penguatan mutu institusi secara berkelanjutan.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2











