Sementara itu, Ketua Panitia menjelaskan bahwa konsep pameran memang sengaja dirancang menyerupai festival agar pengunjung merasa dimanjakan. Alur musik dan tata cahaya yang apik sukses mengarahkan langkah kaki pengunjung untuk singgah ke tiap-tiap stan UMKM.
Bagi Ny. Dyah sendiri, penutupan pameran ini justru menjadi awal dari kesibukan baru untuk mengejar target produksi. Pasalnya, pesanan melalui jalur online sudah mulai masuk secara bertubi-tubi untuk jadwal pengiriman sebulan ke depan.
Akhirnya, ajang Persit Bisa 2 terbukti menjadi panggung yang efektif bagi UMKM anggota Persit untuk mandiri secara ekonomi. Batik Dewa Lowano kini telah resmi naik kelas dan semakin dikenal luas oleh para pecinta wastra di seluruh nusantara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2











