Pembekalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan praktisi dalam mendampingi masyarakat secara bijaksana sesuai tuntunan syariat Islam.
Kyai Adroi menegaskan bahwa ruqyah syar’iyyah bukan sekadar metode pengobatan, tetapi juga sarana dakwah yang mengajak umat semakin dekat kepada Allah SWT.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk sekaligus obat. Ruqyah dan pengobatan nabawi merupakan bentuk ikhtiar yang diajarkan Rasulullah SAW, sedangkan kesembuhan tetap datang atas izin Allah,” jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengakui, tantangan di lapangan masih cukup besar. Salah satunya adalah kurangnya konsistensi pasien maupun praktisi dalam menjalani proses pendampingan hingga selesai. Karena itu, penguatan mental dan semangat para praktisi menjadi salah satu fokus dalam kegiatan konsolidasi tersebut.
Melalui kegiatan ini, JRA juga menargetkan lahirnya lebih banyak aktivitas dakwah di tingkat kecamatan, mulai dari layanan ruqyah syar’iyyah, seminar, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan, termasuk dalam ikhtiar mencari kesembuhan.
Ke depan, organisasi akan terus melakukan pembenahan kepengurusan agar pelayanan JRA semakin luas dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Di akhir wawancara, Kyai Adroi mengajak seluruh pengurus dan praktisi untuk terus menjaga semangat pengabdian.
“Semoga seluruh pengurus JRA semakin bersemangat, terus menebarkan keberkahan, dan melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan. Dakwah harus terus berjalan dengan niat yang ikhlas demi kemaslahatan umat,” pungkasnya.
Penulis : M. Siddiq
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2











